//
sedang dibaca...
Artikel

Peran Aktif Siswa Dalam Meningkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan yang Ada Di Sumatera Barat

Pendidikan, sebuah kata yang memiliki banyak definisi dan tidak akan habis jika diperbincangkan. Karena pendidikan dapat diperoleh oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Perlu kita ketahui beberapa hal tentang pendidikan. Pendidikan adalah sebuah persoalan pokok yang mendasar yang merupakan kebutuhan dasar seluruh umat manusia dan merupakan suatu titik awal berkembangnya peradaban dunia. Pendidikan tersebut tidak semata – mata hanya dari bangku sekolah saja, tetapi digolongkan menjadi pendidikan formal dan pendidikan non-formal. Dalam hal ini, pembahasan lebih cenderung kepada pendidikan formal.

Yang menjadi tonggak awal berkembangnya pendidikan di Indonesia, yaitu pada saat dilaksanakannya politik etis atau balas budi, yang, dimana rakyat Indonesia, baik kaum bangsawan maupun rakyat biasa dapat mengecap pendidikan dan lahirlah golongan terpelajar. Dengan lahirnya golongan terpelajar, maka berubahlah nasib bangsa Indonesia melalui proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Sama halnya dengan pendapat beberapa ahli, seperti tokoh pendiri nasional, Ir. Soekarno dan Ki Hajar Dewantara, menyebutkan bahwa satu – satunya yang dapat mengubah nasib suatu bangsa adalah pendidikan. Sedangkan Jean Jaqques Rosseau, seorang tokoh pembaharu Perancis yang menyebutkan, semua yang kita butuhkan dan semua kekurangan kita waktu lahir, hanya akan kita penuhi melalui pendidikan. Selain itu, Aristoteles, ahli filsafat Yunani kuno berpendapat, bahwa perbaikan masyarakat hanya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu memperbaiki sistem pendidikan.

Dari beberapa pendapat para ahli di atas, para siswa sebagai generasi muda Indonesia, khususnya pelajar Sumatera Barat, dapat menilai sendiri betapa pentingnya pendidikan. Pendidikan dapat menjadi alat dan sarana bagi kita untuk mengubah dunia. Oleh karena itu, dengan mutu dan kualitas pendidikan yang baik, para siswa juga dapat mengubah dunia menjadi lebih baik lagi, khususnya berperan aktif dalam pembangunan di Sumatera Barat dikemudian hari.

Dalam dunia pendidikan, siswa adalah aktor penting yang menjalankan peran utama dalam dunia pendidikan. Dengan semakin meningkatnya peran siswa dalam dunia pendidikan, maka semakin bagus pula mutu dan kualitas pendidikan tersebut. Untuk meningkatkan peran aktif siswa dalam dunia pendidikan Sumatera Barat, ada 2 faktor utama yang sangat berperan, yaitu faktor internal dan eksternal.

Yang menjadi faktor internal dalam meningkatkan peran aktif siswa di dunia pendidikan adalah siswa itu sendiri. Dengan demikian, mereka merupakan motor penggerak dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Untuk menciptakan motor penggerak yang bermutu dan berkualitas diperlukan pengambilan sikap para siswa untuk terlibat dan berperan aktif, yaitu dengan menempuh jalur pendidikan yang lebih tinggi, antara lain dengan mengecap pendidikan di universitas, akademi, dan pendidikan lainnya yang sejenis. Namun perlu disadari, bahwa menempuh jalur pendidikan yang dimaksud di atas bukanlah segala – galanya. Perlu adanya usaha dan kesadaran yang maksimal dari para siswa untuk giat dan serius dalam menjalani orientasi pendidikannya.

Sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan perguruan tinggi yang akan dipilih adalah suatu hal yang sangat penting. Hal ini dikarenakan, para siswa tersebut akan menjadi motor penggerak yang bermutu dan berkualitas. Mereka dituntut untuk lebih jeli dan bijaksana dalam memilih perguruan tinggi. Karena langkah awal merupakan penentu akhir dari suatu tujuan, yaitu terciptanya motor penggerak yang bermutu dan berkualitas dalam membangun Sumatera Barat dikemudian hari.

Dalam hal memilih perguruan tinggi, seperti yang kita ketahui, akhir – akhir ini mulai menjamurnya perguruan tinggi berpapan nama yang menawarkan banyak kelebihan dan janji – janji, namun masih banyak yang belum memenuhi kriteria sebuah pendidikan tinggi, sehingga pada masa pertengahannya, perguruan tinggi berpapan nama tersebut ditutup dan berakibat hancurnya cita –cita motor penggerak tersebut. Oleh karena itu, diperlukanlah peran aktif siswa agar bijak mengambil keputusan demi tercapainya cita – cita.

Untuk menunjukkan peran aktif siswa dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang ada di Sumatera Barat, tidak sedikit para siswa yang berkeinginan mengecap pendidikan tinggi, dan jika dianggap perlu, mereka rela meninggalkan kampung halaman dan merantau untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi di luar Sumatera Barat. Hal ini dirasa sangat penting oleh orang tua siswa dengan mendukung peran aktif siswa tersebut. Selain itu juga adanya kesempatan yang diberikan oleh perguruan tinggi di luar Sumatera Barat.

Sebagai bukti konkrit, telah kita ketahui banyaknya peserta didik Sumatera Barat yang menuntut ilmu pada perguruan tinggi di Pulau Jawa. Yang kelak, setelah mereka menamatkan pendidikan dan dengan bekal yang telah mereka dapati, mereka akan kembali ke ranah Minang membangun Sumatera Barat sebagai sumber daya manusia yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan besarnya minat dan keinginan untuk merealisasikan cita – cita dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Sumatera Barat, gempa Sumatera Barat tidak menjadi suatu halangan bagi para siswa untuk melaksanakan proses belajar mengajar, walau di dalam tenda sekalipun. Justru kondisi ini lebih meningkatkan semangat dan memacu daya juang para siswa yang terkena dampak gempa. Suatu hal yang membanggakan bahwa mereka telah berhasil menghadapi cobaan dampak gempa yang jarang dan bahkan tidak dialami oleh siswa daerah lain.

Ini menjadi sebuah motto yang mendukung mental para siswa untuk dapat lebih berhasil dalam proses pendidikan selanjutnya. Selain faktor internal, ada juga faktor eksternal yang mendukung terlaksananya faktor internal di atas. Yaitu dukungan dari keluarga, khususnya orang tua, sekolah, maupun masyarakat dan pemerintah. Dengan dukungan dan bimbingan yang penuh dari berbagai pihak, maka dapat terciptanya manusia yang berakhlak dan bermental dewasa, sehingga cita – cita pembangunan Sumatera Barat, bukan hanya sebuah mimpi belaka, melainkan sebuah proses realisasi untuk mewujudkan pembangunan bangsa.

Dalam lingkungan keluarga, orang tua sangat berperan dalam mendukung peran aktif sang anak dalam dunia pendidikan, yaitu dengan memberikan pendidikan, berupa bimbingan dan didikan. Pendidikan non-formal yang didapat seorang anak dari lingkungan keluarganya sangat berpengaruh dan menentukan seberapa besar peran aktif anak tersebut dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan lingkungan keluarga merupakan lingkungan terdekat bagi anak tersebut.

Sedangkan melalui pendidikan formal, guru sangat berperan untuk membangun tingkat intelektual siswa. Dengan berkualitasnya seorang guru, maka akan terciptalah siswa yang berkualitas pula. Peran seorang guru yang berkualitas, bukan hanya sebagai sumber utama ilmu pengetahuan atau jawaban dari segala persoalan, namun sebagai sarana dan fasilitator dalam menghubungkan siswa dengan ilmu pengetahuan, sehingga kompetensi yang baik dari seorang guru sangat diperlukan. Sedangkan peran seorang murid yang berkualitas adalah sebagai partisipan yang aktif, bukan sebagai partisipan pasif. Jika peran antara guru dan murid yang berkualitas telah sinkron, maka akan terwujudlah siswa sebagai calon motor penggerak pembangunan yang baik.

Selain itu, pemerintah juga memegang peranan yang cukup besar dalam mendukung peran aktif siswa. Hal tersebut terwujud dalam bentuk kebijakan – kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, baik dalam penentuan anggaran pendidikan, penentuan kurikulum, serta penentuan sistem – sistem pendidikan lainnya. Jika kebijakan yang dibuat oleh pemerintah tersebut dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, maka keberhasilan dalam menciptakan motor penggerak akan terwujud.

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan, bahwa para siswa Sumatera Barat yang telah mengalami dampak bencana gempa telah teruji memiliki semangat dan daya juang yang mungkin melebihi daya juang para siswa di daerah lain. Dalam mendukung semangat dan daya juang para siswa, yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidikan melalui dukungan dari orang tua, sekolah, dan pemerintah. Dan untuk mencapai cita – cita tersebut, hal yang sangat penting adalah penentuan disiplin ilmu tertentu yang akan dituju oleh para siswa. Selanjutnya, keberhasilan orientasi pendidikan akan ditentukan oleh komitmen dan sikap disiplin para siswa pada saat masa pendidikannya. Dengan demikian, peran aktif siswa hanya akan terwujud dengan dukungan dari berbagai pihak, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah.

Semoga tulisan yang berisi uraian di atas, dapat menjadi suatu himbuan yang berguna bagi berbagai kalangan. Sekian dan terima kasih.

Catatan:
Tulisan di atas merupakan karya Puspita Marchianggita (SMA Don Bosco Padang) yang menjadi pemenang pada Lomba Penulisan Esai KGTK 7.

About KGTK IMAMI UI

Mangabdi Salingkuang Nagari!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: