//
sedang dibaca...
Artikel, Headline

Keajaiban Kota Payakumbuh

Payakumbuh merupakan bagian dari Sumatera Barat, memiliki luas daerah 80,43 km2 dengan ketinggian 514 mdpl dan dihuni oleh 116.910 orang. Kota Payakumbuh berada di hamparan kaki gunung Sago yang dilalui oleh 3 buah sungai yang bernama Batang Agam, Batang Lampasi dan Batang Sinama. Kota Payakumbuh dikelilingi oleh Kabupaten Lima Puluh Kota. Kota ini berjarak sekitar 30 km dari Kota Bukittinggi atau 120 km dari Kota Padang dan 188 km dari Kota Pekanbaru. Hampir 50% dari tanah di Payakumbuh digunakan untuk pertanian sehingga dapat dipastikan bahwa Kota Payakumbuh memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi.

Kota Payakumbuh merupakan kota yang penuh dengan keajaiban karena setiap orang yang datang untuk berkunjung akan menemukan sesuatu yang istimewa dari Payakumbuh yang tidak ditemukan di daerah lainnya dan hal itu membuat mereka selalu ingin datang berkunjung kembali. Kota Payakumbuh memiliki daya tarik tidak hanya dari objek wisata dan kulinernya saja, tetapi juga sejarah dan keramahan masyarakatnya. Keadaaan ini membuat Kota Payakumbuh layak diperhitungkan sebagai Kota berpengaruh di Sumatera Barat. Namun, sangat disayangkan belum banyak orang yang mengetahui keindahan-keindahan Kota Payakumbuh. Untuk itu, kita harus mengetahui potensi yang dimiliki oleh Kota Payakumbuh agar seluruh dunia mampu melirik dan mencintai budaya Minang di Sumatera Barat terutama Kota Payakumbuh.

Objek wisata merupakan poin penting penyebab banyak tidaknya pengunjung pada suatu daerah. Untuk itulah sangat penting bagi kita untuk mensosialisasikan objek wisata yang terdapat di Payakumbuh agar semakin banyak orang yang mengenal keindahan Sumatera Barat terutama Kota Payakumbuh. Objek wisata yang terdapat di Kota Payakumbuh diantaranya: Harau, merupakan air terjun yang sangat terkenal di Sumatera Barat. Terletak di perbatasan Tanjung Pati dan Sari Lamak (jalan menuju Pekanbaru). Air terjun ini memiliki 7 titik air terjun. Setiap air terjun hanya berjarak beberapa ratus meter sehingga sangat mudah untuk dijangkau bahkan hanya dengan berjalan kaki. Para pengelola memberikan pelayanan yang memuasakan dengan disediakannya Resort bagi para pengunjung yang ingin menginap di lokasi demi keinginan untuk lebih lama menikmati keindahan air terjun. Resort tersebut dirancang dengan gaya tradisional namun terlihat sangat elegan dengan dekorasi akar-akar pepohonan yang menawan dan jembatan-jembatan yang dibuat langsung dari akar untuk memudahkan para pengunjung yang ingin menikmati alam dari luar kamar. Di Harau sendiri juga disediakan pondok-pondok istirahat bagi para pengunjung yang datang namun tidak berniat menginap. Di dekat Air terjun utama (sarasah bunta) terdapat kebun binatang dan taman bermain yang dapat dijadikan sarana bermain bagi para pengunjung. Selain itu juga terdapat banyak toko souvenir dan kedai-kedai makanan yang dapat memuaskan hati pengunjung.

Objek wisata lainnya yaitu Ngalau Indah yang merupakan sebuah Goa yang terdapat di puncak bukit. Dalam perjalanan menuju Goa para pengunjung akan disuguhi pemandangan indah Kota Payakumbuh dan pepohonan yang rindang. Sesampainya di Goa kita akan disambut oleh Goa indah yang bersih dan terawat. Bagi para pengunjung yang ingin ditemani guide dan lupa membawa kamera untuk mengabadikan kunjungan tidak perlu khawatir karena banyak penjual jasa yang siap melayani pengunjung. Pada bagian bawah bukit terdapat kolam berenang dan arena bermain disertai pondok-pondok penjual makanan yang akan melayani pengunjung sehingga pengunjung merasa terpenuhi kebutuhannya.

Selanjutnya Rumah Gadang yang terletak di daerah Sungai Beringin, Rumah Gadang ini sangat terawat keadaannya. Pemandangan yang disuguhkan akan membuat pengunjung betah berlama-lama di sini karena letak rumah gadang yang berada di tengah-tengah sawah memberikan kesejukan dan ketenangan. Rumah gadang ini sangat luas dan memiliki banyak fasilitas seperti tempat penyimpanan barang-barang antik, alat-alat rumah tangga orang minang zaman dahulu, lumbung padi, aula yang dapat disewa untuk acara-acara besar, dan yang terutama adalah rumah gonjong yang didalamnya terdapat ruangan-ruangan khas minang beserta isinya. Desain rumah gadang yang indah ini sangat tepat bagi para pengunjung yang menyukai bidang fotografi karena saat berada di Rumah Gadang ini, kita tidak akan kehabisan objek untuk difoto.

Selanjutnya Mesjid Tuo yang terdapat di Taram, Payakumbuh Timur. Mesjid ini sudah ada sejak berabad-abad lalu. Di mesjid ini terdapat sebuah kuburan yang dianggap sakral oleh masyarakat sekitar, bermula dari zaman dahulu, dimana saat itu adalah musim haji. Suatu hari seorang bapak bercukur rambut di depan mesjid tua tersebut. Saat sedang dicukur (dalam keadaan setengah botak) bapak tersebut berteriak bahwa Mekkah terbakar dan seketika bapak tersebut hilang. Beberapa bulan kemudian saat orang-orang kembali dari haji, tersiar kabar dari mereka yang pulang bahwa Mekkah terbakar dan yang memadamkannya adalah seorang bapak setengah botak. Sejak itu, posisi dimana bapak tersebut bercukur dibuat sebuah kuburan demi mengenang jasa bapak tersebut. Setiap tahun dihari yang sama terjadi peristiwa tersebut, orang-orang akan berdatangan dan mengambil segengggam tanah dari kuburan tersebut untuk dibawa pulang. Begitu banyak tanah yang terambil hingga mencipkatan lubang di kuburan tersebut, namun keesokan harinya kuburan tersebut secara ajaib akan kembali datar seperti sediakala. Keanehan terjadi pula pada air parit yang mengalir disepanjang Mesjid Tuo yang dimana menurut orang-orang setempat aliran parit itu merupakan senjata bapak ‘setengah botak’ yang menyelamatkan Mekkah. Aliran air secara nyata dapat kita lihat melawan hukum fisika dimana seharusnya air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, namun keadaan ini berpaling menjadi dari tempat yang rendah menuju tempat yang tinggi. Hingga kini belum ada yang mampu memecahakan misteri Mesjid Tuo ataupun airan air parit sepanjang Mesjid Tuo tersebut.

Selanjutnya Tugu PDRI dan Makam Pahlawan PDRI, terdapat di Situjuah yang menjadi saksi sejarah bahwa Bukittinggi pernah menjadi salah satu ibukota Indonesia dan Payakumbuh pernah menjadi tempat pelarian para pahlawan demi mempertahankan Pemerintahan Republik Indonesia dari Belanda.

Selanjutnya Jembatan Ratapan Ibu yang melintasi Batang Agam. Pada zaman penjajahan dulu, jembatan ini digunakan sebagai tempat menembak mati para pemuda yang kemudian di buang ke Batang Agam dan ibu-ibu mereka menyaksikan sambil berlinangan air mata, itulah mengapa diberi nama Jembatan Ratapan Ibu. Di jembatan ini banyak terdapat bendi (delman) yang siap mengajak pengunjung berkeliling Kota Payakumbuh. Dan masih banyak lagi objek wisata lainnya yang siap memberi kenyamanan dan memuaskan hati para pengunjung yang datang.

Kuliner menjadi salah satu alasan mengapa para turis senang berkunjung berkali-kali ke suatu daerah dan tidak dapat di pungkiri bahwa Kota Payakumbuh merupakan pusat kuliner Sumatera Barat. Makanan-makanan terkenal khas minang berasal dari Payakumbuh terutama cemilannya. Makanan-makanan tersebut yaitu; Kacimuih, Panaiaram, Gelamai, Ampiang, Bareh Randang, Pindik, Karak Kaliang, Es Tebak, Campiun, Cangkuak, Karupuak Kaladi, Cindua Ampiang, Padeh-padeh, Atun, Tapai Katan Itam, Godok, Kacang Atom, Roti Sumbu, Batiah, Kipang, Randang Talua, dan masih banyak lagi yang lainnya yang siap memuaskan perut pengunjung.

Keramahan masyarakat juga sangat mempengaruhi kenyamanan pengunjung. Masyarakat Kota Payakumbuh selalu siap melayani dan memperkenalkan segala potensi yang dimiliki Kotanya. Para pengunjung yang datang dapat ikut serta dalam acara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat Kota Payakumbuh seperti Baralek, Pentas Seni Minang, Pamainan Anak Nagari, Pacu Itiak, dan masih banyak lagi. Masyarakat Kota Payakumbuh sangat ramah-ramah, bahkan bagi para pengunjung yang belum pernah mencoba sensasi bertani, para petani dengan senang hati mengizinkan para pengunjung untuk ikut serts bertani. Begitu juga dengan para peternak sapi perah dan pusat-pusat pembuatan kue khas Kota payakumbuh.

Begitu banyak hal menarik yang dimiliki Kota Payakumbuh, untuk itu sudah sepantasnyalah kita sebagai warga Sumatera Barat terutama Kota Payakumbuh memperkenalkan dan melestarikan keindahan-keindahan yang dimiliki Kota Payakumbuh sehingga Sumatera Barat terutama Kota Payakumbuh dapat dikenal seluruh masyarakat di dunia dan hal itu akan memberikan banyak keuntungan dalam hal eksistensi budaya Minang di dunia, pelestarian budaya Indonesia terutama budaya Minang dan meningkatkan pemasukan pada bidang ekonomi, sosial, dan tentunya pariwisata bagi Indonesia.

*Ditulis oleh Dytta Fitria dari SMAN 1 Payakumbuh, Juara III Lomba Esai KGTK 9.

About KGTK IMAMI UI

Mangabdi Salingkuang Nagari!

Diskusi

One thought on “Keajaiban Kota Payakumbuh

  1. mantap… Insyallah pulang… ^_^

    Posted by kalikisantan | 15/02/2012, 4:35 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: